Solusi mendeteksi kerusakan motherboard dan fungsi detail Motherboard Lengkap

Beberapa kerusakan mainboard yang sering terjadi
cara memperbaiki motherboard laptop
  1. Mati total
  2. Suara hilang
  3. Hang, freeze/ Restart
  4. Hidup tapi blank
Sebelum memperbaiki mainboard anda, cek terlebih dahulu apakah mainboard tersebut sudah melewati masa garansi atau belum. Lakukan trik ini dengan resiko anda tanggung sendiri!. Sebelum mengganti/melepaskan perangkat keras matikan terlebih dahulu kabel daya listrik agar tidak terjadi kecelakaan atau tersengat arus listrik!.
Sebelum memutuskan kerusakan apa yang terjadi pada mainboard anda, cobalah hidupkan mainboard dengan menggunakan settingan BIOS secara “default” atau lakukan “Clear CMOS” dan disable semua perangkat “onboard” pada mainboard anda seperti: LAN, SOUND CARD, USB, dan lain-lain. Dan sebelumnya pastikan PSU, RAM dan Prosesor dalam keadaan hidup dan normal.

  • Mati total
Apabila mainboard komputer kita mati total, cobalah untuk menghidupkannya dengan menggunakan PSU lain dari komputer yang normal atau juga bisa menggunakan PSU baru. untuk lebih meyakinkan bahwa mainboard anda memang mati total, pasanglah prosesor + cooling dan ram pada mainboard dan hidupkan mainboard tanpa memasang socket kipas cooling prosesor, diamkan sejenak dan perhatikan apakah ada perubahan suhu yang terjadi pada heatsink prosesor. jika tidak ada perubahan suhu (panas/hangat) maka dapat dipastikan bahwa mainboard anda mati total, selain itu perhatikan fisik dari mainboard, apakah terdapat kejanggalan (hangus/rusak) dari komponen yang menempel pada mainboard. Apabila iya maka anda harus mencoba mengganti parts yang rusak dengan cara manual (menggunakan solder atau hot air gun) dan hal ini sedikit lebih rumit dan membutuhkan keterampilan dan pengetahuan mengenai elektronika dan sesuaikan part yang anda ganti dengan part asli bawaan mainboard.

  • Suara hilang (sound card rusak)
Biasanya hal ini terjadi pada mainboard yang sering mengalami gonta-ganti jack audio. Kerusakan yang ringan hanya menyebabkan sound card chanel “L” atau “R” tidak berfungsi (biasanya terjadi karena jack front atau rear panel mengalami kerusakan), dan kerusakan yang lebih parah (chipset sound card) dapat menyebabkan mainboard hang atau blue screen. Untuk solusi yang satu ini anda dapat mengganti sound card onboard dengan menggunakan sound card eksternal / PCI. dan apabila kerusakan ini menimbulkan blue screen, maka sebaiknya anda menonaktifkan soundcard onboard pada mainboard dengan mengakes bios terlebih dahulu.
  • Hang, freeze / restart
Ketika sebuah mainboard mengalami Hang (beku) biasanya hal ini terjadi karena ada salah satu hardware yang rusak, cobalah mendeteksinya dengan mematikan (disable) semua perangkat onboard pada mainboard anda. Dan satu-persatu cobalah aktifkan (enable) perangkat onboard pada mainboard anda hingga anda menemukan perangkat mana yang mengalami kerusakan dan menyebabkan hang. Contoh kasus: sebuah mainboard mengalami hang ketika loading sistem operasi, namun normal ketika masuk ke menu BIOS. Setelah melakukan setting “default” matikan semua perangkat onboard pada mainboard tersebut dan kemudain simpan settingan (save changes anda exit) kemudian masuk ke sistem operasi dan ternyata berhasil, ini berarti ada perangkat yang mengalami kerusakan dan menyebabkan hang.

Kemudian restart komputer dan coba aktifkan salah satu perangkat onboard (misalnya: sound card) kemudian simpan setingan dan restart mainboard jika loading sistem operasi berjalan lancar dan suara aktif, maka lakukan langkah-langkah selanjutnya hingga kita menemukan solusinya.
Restart komputer dan coba aktifkan salah satu perangkat onboard (misalnya: USB) kemudian simpan setingan dan restart mainboard jika loading sistem operasi berjalan lancar dan USB bekerja normal, maka lakukan langkah-langkah tersebut (enable/disable) perangkat onboard hingga kita menemukan solusinya.
Kemudian restart komputer dan coba aktifkan salah satu perangkat onboard (misalnya: onboard LAN ) kemudian simpan setingan dan restart mainboard. Tiba tiba mainboard yang kita test ini mengalami hang atau beku dan hal ini berarti anda telah menemukan letak kerusakan yang terjadi yaitu pada “onboard LAN” jadi kita non aktifkan perangkat “onboard LAN “ yang ada pada mainboard dan ganti dengan LAN card PCI (jika koneksi LAN dibutuhkan).

  • Hidup tapi Blank
Pada kondisi ini mainboard yang anda pakai hidup dengan ciri-ciri ketika anda menghidupkannya (menekan atau menghubungkan pin “power” pada mainboard) kipas prosesor hidup dan berputar dengan normal namun layar monitor tidak menampilkan menu sama sekali (hitam/blank). Untuk yang satu ini anda dapat mencoba memasang VGA card eksternal baik PCI, AGP ataupun PCI-E sesuaikan dengan mainboard anda dan mencoba apakah mainboard tersebut dapat hidup dan tampil di layar monitor. jika hidup maka anda perlu menggunakan VGA eksternal berupa PCI/AGP/PIC-E tergantung dari  yang ada pada mainboard anda. Apabila hal ini gagal berarti ada komponen chipset anda yang mengalami kerusakan parah, dan anda dapat melakukan pemanasan ulang chip BGA(dengan menggunakan hot air gun) lakukan dengan hati-hati dan hal ini memerlukan keterampilan dalam bidang elektronika.
Untuk solusinya adalah kamu dapat menggunakan Stabilizer yang berfungsi menstabilkan arus yang masuk ke laptop. Penyebab kedua adalah debu, partikel debu juga bisa menyebabkan motherboard laptop sering rusak.
Dan ketiga penyebab motherboard laptop sering rusak adalah kegagalan kipas yang mengakibatkan temperatur Laptop menjadi overheating, kalau sudah panas berlebih pastinya akan merusak komponen-komponen yang ada didalam laptop, seperti motherboard, keyboard laptop, touchpad, monitor LCD dan lainnya.

Yang terakhir adalah KECELAKAAN maksudnya terjatuh atau terbentur, benturan yang cukup keras juga dapat merusak motherboard laptop. Nah..itulah sedikit info tentang penyebab motherboard laptop rusak.

Namun yang perlu diperhatikan, jika kalian ingin mengetahui kerusakan komputer atau laptop kalian. Kalian perlu mengetahui apa nama komponen tersebut dan apa fungsinya. Sehingga kalian mudah  ketika mendeteksinya dan memeperbaikinya.
Berikut ulasanya :

NAMA DAN FUNGSI KOMPONEN MOTHERBOARD

1. Slot memory :
berfungsi sebagai tempat memori DDR1, DDR2, DDR3 dan lain-lain.



2. Socket Power 24 pin :

berfungsi untuk menghubungkan ke power supply untuk daya listrik motherboard.


3. Socket Power 4 pin :
berfungsi untuk daya listrik CPU/Prosesor


4. Baterei BIOS :

berfungsi untuk menyuplai tenaga listrik untuk chip BIOS ketika computer dimatikan.


5. Slot PCI :

berfungsi sebagai tempat kartu-kartu tambahan seperti soundcard, modem internal, LAN card, TV tuner, dan komponen lain yang cocok atau mempunyai bentuk slot PCI.


6. Chipset BIOS :

berfungsi untuk mengatur tanggal, bulan, tahun, jam, harddisk, dvdrom, booting device dan lain-lain.


7. Chipset Northbridge :

berfungsi untuk mengatur data dari CPU, memory dan slot PCI express.



8. Chipset Southbridge :
berfungsi untuk mengatur perangkat penyimpanan data, perangkat keluaran dan masukan yang transfer datanya kecil.

9. Socket IDE :

berfungsi untuk menghubungkan ke harddisk dan DVD ROM drive. Kecepatan transfer data 133 MB/s.


10. Socket FDD :

berfungsi untuk menghubungkan ke Floppy Disk Drive.

11. Front Panel Connector :

berfungsi untuk menghubungkan kabel-kabel di casing seperti tombol power, restart, lampu power, lampu harddisk, port USB di casing depan, port speaker dan microphone.


12. Standby Power LED :

Led ini menyala jika terdapat standby power di motherboard. LED ini bertindak sebagai reminder (pengingat) untuk mematikan system power sebelum menghidupkan atau mematikan mesin.


13. Socket SATA :

berfungsi untuk menghubungkan hard disk dan DVD ROM drive. Kecepatan transfer data 150 MB/s.


14. Slot AGP :

berfungsi sebagai tempat VGA card.


15. Slot ISA :

fungsinya hampir sama seperti slot PCI.


16. Slot AMR :

berfungsi sebagai tempat modem dan komponen lain yang mempunyai bentuk slot seperti slot AMR.


17. Port PS/2 :

berfungsi sebagai tempat mouse ( hijau ) dan keyboard ( ungu ).


18. Port RJ-45 :

berfungsi sebagai tempat menghubungkan konektor LAN melalui sebuah pusat
network.


19. Port Paralel :

fungsinya bermacam-macam, mulai dari menyambungkan komputer dengan printer, scanner, sampai dengan menghubungkan komputer dengan periferal tertentu yang dirancang menggunakan koneksi port paralel.


20. Port Serial :

berfungsi untuk menyambungkan dengan kabel modem atau mouse, keyboard, proyektor dan piranti lain yang bentuk portnya sama dengan paralel port.


21. Jack line in :

jack line in (biru muda) berfungsi menghubungkan ke tape player atau sumber audio lainnya.

22. Jack line out :

jack line out (lime) ini berfungsi menghubungkan ke headphone atau speaker.

23. Jack microphone :

jack mic (pink) ini meghubungkan ke mikrofon.

24. Port USB :

berfungsi sebagai penghubung dengan perangkat USB, misalnya mouse, printer, dan komponen lain yang bentuk portnya sesuai dengan port USB.


25. Baterai CMOS :

berfungsi untuk memberi tenaga pada motherboard dalam mengenali konfigurasi yang terpasang, ketika ia tidak/belum mendapatkan daya dari power supply.


26. Keyboard :

berfungsi untuk memasukkan informasi tertulis ke dalam komputer.


27. Mouse :

berfungsi untuk melakukan navigasi dan interaksi dengan komputer.


28. Monitor :

berfungsi menayangkan atau menampilkan informasi yang dikelola dari komputer.


29. Removable Storage :

berfungsi sebagai peranti penyimpan data yang bisa dilepaskan dan dipindah / dibawa ke tempat lain dengan mudah.


30. Port :

berfungsi sebagai “pintu” untuk keluar masuknya data ke/dari peranti di luar komputer.


31. Hard Disk :
berfungsi sebagai media penyimpan data permanen berkapasitas besar, baik untuk program atau data yang lain.


32. Power Supply :

berfungsi untuk mencatu kebutuhan daya seluruh sub-sistem komputer.


33. Floppy Disk :

berfungsi sebagai media penyimpanan yang paling umum, sedderhana, dan murah untuk menyimpan data.


34. CD – ROM :

berfungsi sebagai media penyimpan permanen dari bermacam software dan data. Jenis CD-R (recordable) bisa direkam sendiri. Jenis CD-RW (rewritable) bisa dibaca dan dihapus/tulis ulang.  Biasanya berkasitas 750MB


35. Flash Memory :

berfungsi sebagai penyimpan data secara permanen dan bekerja sangat cepat. Beberapa contoh flash memory : CompactFlash, SmartMedia, dan kartu PCMCIA.

36. DVD – ROM :
fungsinya mirip dengan CD – ROM tetapi memiliki kapsitas yang jauh lebih bersar, bisa mencapai 8 kalinya. Sekitar 4GB.

Itulah beberapa Solusi mendeteksi kerusakan motherboard dan fungsi detail Motherboard Lengkap
Semoga bermanfaat bagi kita semua, sekian terimakasih...

2 Responses to "Solusi mendeteksi kerusakan motherboard dan fungsi detail Motherboard Lengkap"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel